• Home
  • Jadwal & Hasil
  • Skor Set Tenis di Bernabéu: Mbappé dan Vinícius Hancurkan Monaco dalam Malam Penuh Kontras

Real Madrid menampilkan performa tanpa ampun di Liga Champions di Santiago Bernabéu, menghancurkan AS Monaco dengan skor telak 6–1 dalam laga yang berlangsung di tengah suasana duka nasional di Spanyol. Kylian Mbappé dan Vinícius Júnior menjadi motor utama kemenangan, sementara Aleksandr Golovin menunjukkan kualitas dan ketenangan meski Monaco runtuh secara kolektif.

Santiago Bernabéu telah menjadi saksi banyak malam Eropa yang ikonik, namun laga kali ini memiliki bobot emosional yang berbeda. Beberapa jam sebelumnya, Spanyol masih diliputi duka akibat kecelakaan kereta tragis di Andalusia yang menewaskan puluhan orang. Meski pemerintah menetapkan masa berkabung nasional, UEFA memastikan pertandingan Liga Champions tetap digelar sesuai jadwal. Sebelum kick-off, stadion mengheningkan cipta selama satu menit, dengan para pemain dari kedua tim berkumpul di lingkar tengah sementara pesan belasungkawa ditampilkan di layar stadion. Sekali lagi, sepak bola menjadi pelarian sekaligus pelepas emosi di tengah kesedihan kolektif.

Dengan latar belakang tersebut, Real Madrid dan AS Monaco datang membawa tekanan yang berbeda. Monaco tiba di Madrid dengan kondisi domestik yang mengkhawatirkan, setelah kalah delapan kali dalam sembilan pertandingan terakhir Ligue 1. Kampanye Liga Champions mereka sempat menghadirkan momen positif, namun kepercayaan diri jelas rapuh. Pelatih Sébastien Pocognoli secara terbuka mengambil tanggung jawab, sementara pemilik klub Dmitry Rybolovlev tampak sangat gelisah saat sesi latihan prapertandingan. Ada kesan kuat bahwa Monaco datang lebih untuk bertahan daripada benar-benar percaya diri.

Real Madrid pun tidak sepenuhnya stabil. Dalam beberapa pekan terakhir, klub menghadapi pergantian pelatih, sorotan internal, serta tersingkir secara mengejutkan dari Copa del Rey. Masa awal kepemimpinan Álvaro Arbeloa berada di bawah pengawasan ketat, terlebih setelah suporter Bernabéu sebelumnya menyuarakan ketidakpuasan. Pertandingan ini bukan sekadar soal poin, melainkan juga tentang memulihkan wibawa dan keyakinan.

Niat itu terlihat sejak menit-menit awal. Madrid bermain dengan intensitas dan ketajaman tinggi, dan Kylian Mbappé tak membuang waktu untuk mengingatkan mantan klubnya akan insting kelas dunia yang ia miliki. Ia membuka skor lebih awal dengan pergerakan tajam dan penyelesaian klinis. Vinícius Júnior kemudian berkontribusi besar dengan aksi individu dan assist yang memastikan gol kedua Madrid. Dalam waktu kurang dari setengah jam, Monaco sudah tertinggal di stadion yang tak memberi ampun pada keraguan.

Meski demikian, Monaco tidak langsung runtuh. Babak pertama berlangsung cukup terbuka. Mereka menciptakan peluang, membentur mistar gawang, dan memaksa Thibaut Courtois melakukan beberapa penyelamatan penting. Aleksandr Golovin menjadi pusat permainan Monaco, turun ke lini tengah untuk mengalirkan bola dan mendorong serangan setiap kali ruang terbuka. Ketenangan dan visinya menonjol, meski ancaman serangan balik Madrid selalu mengintai.

Titik balik terjadi di awal babak kedua. Sebuah serangan terorganisir Madrid dituntaskan oleh gelandang muda Franco Mastantuono, salah satu pilihan berani Arbeloa. Gol tersebut mematahkan perlawanan Monaco sepenuhnya. Sejak saat itu, pertandingan sepenuhnya dikuasai Madrid, baik secara fisik maupun mental. Ruang semakin terbuka, tekanan meningkat, dan kesalahan demi kesalahan pun muncul.

Vinícius Júnior, yang sempat berada di bawah sorotan dalam beberapa pekan terakhir, tampil luar biasa dan seolah melepaskan beban. Setelah mencatat dua assist, ia mencetak gol sendiri lewat tembakan spektakuler ke bawah mistar. Selebrasinya — berlari langsung ke arah Arbeloa di pinggir lapangan — terasa simbolis. Itu adalah bentuk dukungan terbuka, pelepasan emosi, dan bukti betapa cepatnya narasi bisa berubah di level tertinggi.

Monaco sempat mencetak satu gol hiburan setelah kesalahan lini belakang Madrid, namun hal itu tidak mengubah jalannya laga. Madrid terus menekan dan memanfaatkan setiap celah dengan efisiensi tinggi. Skor akhir 6–1 mencerminkan bukan hanya keunggulan individu, tetapi juga runtuhnya struktur Monaco setelah kepercayaan diri mereka menghilang.

Di tengah kekalahan telak tersebut, Aleksandr Golovin tetap layak mendapat apresiasi. Bermain di salah satu panggung paling menuntut dalam sepak bola, ia tetap tenang, aktif, dan berani mengambil tanggung jawab. Ia terus meminta bola meski skor semakin menjauh, berusaha mengendalikan permainan di situasi yang nyaris mustahil. Seusai laga, pernyataannya singkat namun profesional, mencerminkan kekecewaan sekaligus pengalaman panjang di level elite.

Bagi Real Madrid, kemenangan ini lebih dari sekadar tiga poin. Hasil tersebut memulihkan momentum setelah periode penuh ketidakpastian dan memperkuat kepercayaan terhadap keputusan awal Arbeloa. Apakah ini akan menjadi titik balik sesungguhnya atau sekadar respons sempurna menghadapi lawan yang sedang terpuruk akan terjawab dalam laga-laga berikutnya, dimulai dengan ujian berat tandang ke markas Villarreal.

Bagi Monaco, kekalahan ini semakin memperdalam tren negatif yang sudah mengkhawatirkan. Masalah struktural, rapuhnya mental, dan pertanyaan besar soal arah tim masih belum terjawab. Di lingkungan Liga Champions yang kejam, kelemahan semacam itu akan selalu terekspos tanpa ampun.

Malam Eropa jarang memberi ruang untuk alasan. Di Bernabéu, sepak bola kembali berjalan di tengah duka, menghadirkan tontonan, dan sekali lagi mengingatkan mengapa kompetisi ini tetap menjadi panggung paling kejam dan menuntut dalam sepak bola klub.

Share this post

Related posts